PDI Perjuangan (PDIP) mendorong konsep Indonesianomics sebagai arah pembangunan ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gagasan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sebagai respons terhadap pidato kenegaraan Prabowo dalam sidang Nota Keuangan RAPBN 2027.
Hasto mengatakan konsep ekonomi Indonesia seharusnya berlandaskan Pancasila, UUD 1945, serta Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berorientasi pada pemerataan, kemakmuran, dan kedaulatan rakyat dengan memperkuat produksi masyarakat, bukan kepentingan oligarki.
PDIP juga mengapresiasi pernyataan Prabowo yang menyebut konsep ekonominya selama ini sebagai Marhaenisme. Pemikiran tersebut identik dengan Presiden pertama RI Soekarno dan menekankan kedaulatan ekonomi rakyat, khususnya petani serta pekerja kecil.
Hasto menilai penerapan semangat Marhaenisme harus terlihat dari penguatan alat produksi rakyat. Ia mencontohkan pentingnya akses petani terhadap tanah dan mekanisasi pertanian agar produktivitas serta kesejahteraan mereka meningkat.
Sebelumnya, Prabowo menyebut konsep yang dikenal sebagai Prabowonomics sebenarnya memiliki semangat Marhaenisme. Ia bahkan menyampaikan terima kasih kepada PDIP dan menilai partai tersebut sulit untuk tidak mendukung kebijakan yang mengusung pemikiran Bung Karno.
Prabowo menegaskan pemerintah tetap membutuhkan kritik dan pengawasan dalam menjalankan pemerintahan. Namun, ia juga menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan DPR agar kebijakan dapat dijalankan secara cepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.














