Balai Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang menyiapkan pemulihan ekosistem seluas sekitar 300 hektare di kawasan bekas kebakaran hutan. Program tersebut akan dilakukan melalui penanaman pohon pulai dan jelutung rawa setelah intensitas musim hujan meningkat.
Pelaksana Tugas Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Ahmad Budiyana mengatakan, penanaman akan dilakukan bersama tim satgas di area yang telah dinyatakan padam. Selain itu, balai juga merencanakan perbaikan kawasan yang dilalui alat berat selama proses penanganan kebakaran.
Hingga Rabu (4/11), luas kawasan TN Berbak yang terbakar tercatat mencapai sekitar 4.200 hektare. Memasuki hari ke-89 penanganan, masih terdapat tiga titik kebakaran di Desa Sungai Rambut, Sungai Sayang, dan Sungai Cemara.
Proses pemadaman melibatkan personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, serta masyarakat. Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, water bombing, pembuatan sekat bakar, dan normalisasi parit sepanjang sekitar empat kilometer.
Balai TN Berbak dan Sembilang juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah serta Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk pembangunan sumur bor sebagai upaya pencegahan kebakaran di kawasan gambut.













