Insiden kekerasan dalam laga Elite Pro Academy U-20 antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 menuai sorotan luas. Aksi tendangan keras ala “kungfu” yang terjadi usai pertandingan dinilai mencederai nilai sportivitas dalam sepak bola usia muda.
Legislator Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi dan harus ditindak tegas. Ia menilai insiden itu bahkan berpotensi masuk ranah pidana dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dalam dunia olahraga.
Sementara itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia melalui Komisi Disiplin masih menunggu laporan resmi sebelum menjatuhkan sanksi. Proses pengambilan keputusan akan dilakukan melalui sidang setelah seluruh kronologi diterima.
Di sisi lain, pihak Dewa United menyatakan kekecewaan mendalam dan mempertimbangkan langkah hukum atas insiden tersebut. Mereka menilai kompetisi usia muda seharusnya menjadi sarana pembelajaran, bukan ajang kekerasan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, termasuk klub dan penyelenggara, untuk lebih serius membina pemain muda tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga sikap dan sportivitas di lapangan.
Dikutip dari liputan6.com














