Kabarsatunegeri

Satu Negeri, Satu Kabar untuk Semua

Brent & WTI Melonjak, Ketegangan Iran Dorong Lonjakan Harga Minyak Global

Brent & WTI Melonjak, Ketegangan Iran Dorong Lonjakan Harga Minyak Global

Harga minyak dunia melonjak tajam pada Maret 2026, terdorong konflik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Minyak Brent naik 0,19% menjadi USD 112,78 per barel, mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak kontrak ini diperdagangkan pada 1988, sekitar 55%. Sementara WTI AS naik 3,25% menjadi USD 102,88 per barel, menembus level USD 100 untuk pertama kalinya sejak Juli 2022.

Lonjakan ini dipicu eskalasi perang di Timur Tengah, termasuk ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap sumur minyak dan Pulau Kharg di Iran jika Selat Hormuz tetap tertutup. Konflik meluas setelah kelompok Houthi Yaman meluncurkan rudal ke Israel sebagai dukungan terhadap Iran dan Hizbullah.

Analis memperingatkan gangguan pasokan minyak, terutama di jalur strategis Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, bisa memotong aliran 4–5 juta barel per hari. Societe Generale memproyeksikan harga minyak berpotensi menembus USD 150 per barel jika gangguan berlanjut.

Kenaikan harga minyak global mulai memengaruhi pasar keuangan internasional, menimbulkan risiko inflasi bahan bakar dan potensi resesi. Pasar kini menyesuaikan risiko geopolitik dan kemungkinan respons militer AS yang lebih agresif, termasuk upaya menguasai jalur ekspor minyak Iran.

Situasi ini memperlihatkan kerentanan distribusi energi global, di mana gangguan pipa dan jalur alternatif masih terbatas kapasitasnya. Volatilitas pasar energi diperkirakan akan berlanjut hingga ketegangan mereda dan aliran minyak kembali stabil.

Dikutip dari liputan6.com