Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menilai kehadiran Prabowo Subianto dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memiliki makna penting, terutama untuk menjawab keraguan pasar terhadap kondisi likuiditas dan stabilitas fiskal nasional.
Menurut Said, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 dalam sidang paripurna DPR. Ia meyakini Presiden juga akan menjelaskan bahwa tekanan terhadap kondisi ekonomi nasional tidak terlepas dari situasi geopolitik dan dinamika global saat ini.
Said memahami adanya kekhawatiran dari pelaku ekonomi dan investor terkait pengelolaan fiskal pemerintah. Namun, ia menegaskan defisit APBN 2026 diperkirakan tetap terkendali dan tidak akan menyentuh angka 3 persen.
Politikus PDIP itu memprediksi defisit fiskal hingga akhir 2026 berada di kisaran 2,55 hingga 2,6 persen. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah melakukan langkah optimal dalam belanja negara sehingga kondisi fiskal nasional masih berada dalam batas aman.
Dikutip dari cnnindonesia.com












