Bawaslu Kabupaten Sikka memperkuat koordinasi pengawasan demokrasi dengan menyambangi Partai Gelora Kabupaten Sikka dalam agenda konsolidasi kelembagaan di luar tahapan pemilu.
Pertemuan yang berlangsung di Kecamatan Alok Timur tersebut dipimpin Ketua Bawaslu Sikka, Florita Idah Djuang, bersama jajaran komisioner dan staf. Kedatangan rombongan disambut pengurus DPD Partai Gelora Kabupaten Sikka dalam suasana dialog terbuka dan konstruktif.
Florita menyampaikan bahwa Partai Gelora menjadi partai politik pertama yang dikunjungi Bawaslu Sikka sepanjang 2026 sebagai upaya membangun sinergi lebih awal antara lembaga pengawas dan peserta politik. Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan untuk menjaga proses demokrasi tetap jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari pencegahan politik uang, penyebaran hoaks politik, hingga mekanisme penyelesaian sengketa pemilu sesuai aturan hukum yang berlaku. Bawaslu juga mendorong penguatan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Anggota Bawaslu Sikka, Muhajir Latif, menilai praktik politik uang masih menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi lokal sehingga langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini. Sementara itu, Yohanes Ariski menekankan pentingnya edukasi regulasi pemilu agar masyarakat memahami proses penyelesaian sengketa secara konstitusional.
Ketua DPD Partai Gelora Sikka, Nasir Thamrin, menyambut positif langkah Bawaslu dalam membangun komunikasi lintas kelembagaan guna menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sikka. Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan menjaga iklim demokrasi yang sehat di daerah.
Dikutip dari RRI.co.id














