Kabarsatunegeri

Satu Negeri, Satu Kabar untuk Semua

Masyarakat Diminta Waspada Jutaan Meter Kubik Material Vulkanik Gunung Semeru

Masyarakat Diminta Waspada Jutaan Meter Kubik Material Vulkanik Gunung Semeru

BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Semeru untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya jutaan meter kubik material vulkanik. Material ini berisiko turun sewaktu-waktu, terutama saat terjadi erupsi dan hujan deras, sehingga dapat mengancam keselamatan warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu Semeru.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan Gunung Semeru memiliki tipe letusan vulkanian dan strombolian yang bersifat eksplosif. Aktivitas erupsi berasal dari Kawah Jonggring Seloko di sisi tenggara puncak Mahameru, dengan lava pijar yang terlihat setiap malam menandakan tekanan magma berada di kedalaman dangkal.

Status Gunung Semeru saat ini berada di Level III atau Siaga. Masyarakat dan penambang pasir diminta mematuhi rekomendasi PVMBG, dengan larangan aktivitas di sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak, radius 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan, dan radius lima kilometer dari kawah. Zona rawan lainnya meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai Besuk Kobokan.

Selain itu, warga diminta waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah. Peringatan cuaca ekstrem dari BMKG yang berlaku 21–31 Desember 2025, akibat aktifnya monsun Asia dan bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia, meningkatkan risiko banjir lahar dingin.

Dikutip dari RRI.co.id