Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun enam unit mesin desalinasi di wilayah pantai utara (Pantura) untuk mengolah air payau menjadi air bersih layak konsumsi. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jateng, BUMD, dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Dari enam unit, tiga dibangun langsung Pemprov di Brebes, Demak, dan Pati; satu unit oleh BUMD Tirta Utama Jateng di Pekalongan; dan dua unit tambahan melalui kerja sama DPU BMCK dan Bank Jateng di Demak dan Rembang.
Satu mesin desalinasi mampu menghasilkan 4.000 liter air per hari, setara 200 galon atau cukup untuk kebutuhan sekitar 400 rumah per bulan. Air diolah melalui lima tahapan: sand filter, membran reverse osmosis, dua tahap karbon, dan penyinaran ultraviolet. Hasilnya memiliki total zat terlarut (TDS) 62 mg/liter, jauh di bawah ambang batas Permenkes 2023.
Pengelolaan mesin diserahkan kepada BUMDes atau kelompok pengelola air desa, dengan harga jual sekitar 50% lebih murah dari pasar, untuk menutupi biaya listrik dan perawatan.
Pemprov Jateng berencana membangun dua unit desalinasi tambahan pada 2026 di Tegal, Pemalang, atau Demak, menyesuaikan anggaran yang tersedia.
Dikutip dari antaranews.com












