Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan intensitas erupsi. Petugas Pos Pemantau mencatat sejak Selasa (13/1/2026) pukul 00.00–24.00 WITA terdapat 341 kali letusan, naik dari 281 kali pada hari sebelumnya. Aktivitas vulkanik ini telah berlangsung sejak 4 Januari dengan intensitas sedang, menghasilkan kolom abu setinggi 200–350 meter berwarna putih hingga kelabu.
Pengamat Stanislaus Ara Kian mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjauhi radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung, serta sektor selatan, tenggara, dan barat sejauh 2,5 km. Peringatan ini diterbitkan karena peningkatan aktivitas Gunung Ile Lewotolok yang masih berstatus waspada, dengan potensi bahaya abu vulkanik dan lahar dingin bagi wilayah sekitar.
Dikutip dari antaranews.com










