Aksi penipuan yang menimpa seorang nenek penjual sayur di wilayah Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, viral di media sosial dan memicu gelombang simpati publik. Peristiwa itu terjadi di depan Puskesmas Warujayeng, tempat sang nenek sehari-hari menggelar dagangan.
Dalam video yang beredar, seorang pria terlihat membeli sejumlah kebutuhan seperti pisang, bawang merah, tomat, dan terong. Transaksi awalnya tampak normal. Pelaku kemudian menyerahkan uang pecahan Rp100 ribu kepada korban.
Namun tanpa disadari, uang tersebut ternyata uang mainan. Karena memiliki keterbatasan penglihatan, sang nenek tidak menyadari perbedaan antara uang asli dan palsu. Ia bahkan memberikan uang kembalian asli kepada pelaku.
Akibat kejadian itu, korban tidak hanya kehilangan barang dagangan, tetapi juga uang tunai hasil jualannya hari itu. Video insiden tersebut dengan cepat menyebar dan memancing kemarahan sekaligus rasa iba dari warganet.
Tak butuh waktu lama, gelombang solidaritas pun bermunculan. Banyak netizen membagikan ulang video tersebut serta menggalang bantuan untuk meringankan beban sang nenek. Aksi ini menjadi bukti bahwa media sosial tak hanya menjadi ruang viral, tetapi juga wadah gotong royong digital yang mampu menggerakkan kepedulian dalam waktu singkat.
Sumber news.fin.co.id














