Kabarsatunegeri

Satu Negeri, Satu Kabar untuk Semua

Ekspor Durian Beku RI ke China Capai 4.077 Ton, Nilai Tembus Rp377,5 Miliar

Ekspor Durian Beku RI ke China Capai 4.077 Ton, Nilai Tembus Rp377,5 Miliar

Badan Karantina Indonesia mencatat ekspor durian beku Indonesia ke China sejak awal 2026 mencapai 4.077 ton dengan nilai sekitar Rp377,5 miliar. Hingga kini, sebanyak 151 kontainer telah diberangkatkan sebagai bagian dari peningkatan akses pasar internasional.

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama bilateral yang membuka akses langsung ekspor durian beku ke China sejak akhir 2025. Dengan jalur distribusi baru, waktu pengiriman kini lebih singkat, dari sebelumnya sekitar 56 hari menjadi hanya 22 hingga 26 hari, sehingga lebih efisien dan menguntungkan bagi petani.

Pemerintah menargetkan Indonesia mampu menguasai 5 hingga 10 persen pangsa pasar durian di China. Jika tercapai, potensi tambahan devisa diperkirakan mencapai Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.

Selain efisiensi logistik, harga jual durian di pasar ekspor juga jauh lebih tinggi, mencapai lima hingga tujuh kali lipat dibandingkan harga domestik. Saat ini, terdapat delapan fasilitas pengemasan yang telah mengantongi izin ekspor, dengan mayoritas berada di Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra produksi durian nasional.

Beragam varietas durian lokal seperti bawor, super tembaga, dan namlung dinilai memiliki cita rasa yang sesuai dengan preferensi pasar China, sehingga memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Dikutip dari antaranews.com