PT Bank Central Asia Tbk mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 4,3 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini didukung pertumbuhan kredit sebesar 5,6 persen (yoy) menjadi Rp994 triliun serta dana pihak ketiga (DPK) yang naik 8,3 persen (yoy) mencapai Rp1.292,4 triliun. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan perseroan optimistis menjaga kinerja tetap solid di tengah dinamika global melalui penguatan berbagai lini bisnis.
Penyaluran kredit terutama ditopang sektor produktif yang mencapai Rp760,2 triliun, serta pembiayaan berkelanjutan yang tumbuh 10 persen menjadi Rp258,4 triliun. Kredit UMKM juga meningkat 12 persen menjadi Rp146 triliun, menunjukkan dukungan terhadap perekonomian nasional.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 1,8 persen, sementara indikator likuiditas dan permodalan tetap kuat. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 27 persen serta profitabilitas yang solid, dengan ROA 4,1 persen dan ROE 25,1 persen.
Capaian ini menegaskan posisi BCA sebagai salah satu bank dengan kinerja stabil di tengah kondisi ekonomi yang terus berkembang.
Dikutip dari antaranews.com













