Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau kembali menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan pada periode 10-16 Juni 2026. Dinas Perkebunan Provinsi Riau menetapkan harga TBS tertinggi untuk kelompok umur sembilan tahun sebesar Rp3.674,93 per kilogram (kg), naik Rp403,01 per kg atau 12,32 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, mengatakan kenaikan harga tersebut terutama dipengaruhi oleh melonjaknya harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar.
Harga CPO tercatat naik sebesar Rp2.013,01 per kg menjadi Rp15.000 per kg dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, harga kernel mengalami sedikit penurunan sebesar Rp12,35 per kg menjadi Rp13.360 per kg.
Berbeda dengan petani swadaya, harga TBS untuk petani mitra plasma justru mengalami penurunan. Untuk periode yang sama, harga TBS plasma turun Rp64,09 per kg atau 1,67 persen menjadi Rp3.768,52 per kg. Penurunan juga terjadi pada harga penjualan CPO dan kernel yang menjadi acuan bagi petani plasma.
Vera menjelaskan perusahaan yang bermitra dengan Dinas Perkebunan Riau telah menyetujui hasil penetapan harga tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta dinas perkebunan kabupaten dan kota meningkatkan pengawasan terhadap pabrik kelapa sawit yang membeli TBS di bawah harga yang telah ditetapkan.
Meski demikian, harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan hanya berlaku bagi petani yang memiliki kemitraan dengan perusahaan, dengan kualitas TBS yang harus sesuai ketentuan dalam perjanjian kerja sama.
Dikutip dari antaranews.com














