Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026. Kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 108,60 pada Juli 2025 menjadi 111,73 pada Juli 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa secara tahun kalender (year-to-date/ytd), inflasi tercatat sebesar 1,65 persen. Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/mtm) Indonesia justru mengalami deflasi sebesar 0,14 persen.
Data inflasi ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan harga barang dan jasa serta kondisi daya beli masyarakat. Pemerintah dan otoritas terkait akan terus memantau pergerakan inflasi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.














