Kabarsatunegeri

Satu Negeri, Satu Kabar untuk Semua

Banjir Aceh Tamiang Rendam Permukiman dan Lahan Pertanian, Petugas Lakukan Evakuasi

Banjir Aceh Tamiang Rendam Permukiman dan Lahan Pertanian, Petugas Lakukan Evakuasi

Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tamiang setelah hujan deras sejak Minggu (11/10/2026) malam menyebabkan sungai meluap dan sejumlah tanggul jebol. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mencatat sebanyak 18 desa di sembilan kecamatan terdampak banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery mengatakan, wilayah terdampak meliputi Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau, dan Kualasimpang. Kecamatan Tenggulun menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, yakni lima desa.

Di Kecamatan Tamiang Hulu, ratusan warga dari Desa Rongoh dan Bandar Khalifah mengungsi setelah ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Sementara itu, akses menuju Desa Simpang Kiri di Kecamatan Tenggulun lumpuh akibat genangan air dan material sampah yang terbawa arus.

Banjir juga merendam Desa Sukajadi dan Tanjung Karang di Kecamatan Karang Baru, termasuk area pondok pesantren. Di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, tanggul sungai jebol sepanjang sekitar 30 meter hingga menyebabkan permukiman dan ratusan hektare lahan pertanian terendam.

Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Satgas SAR masih melakukan pendataan, pemantauan, dan evakuasi warga. BPBD juga mengerahkan alat berat untuk menutup tanggul yang jebol.

Warga Desa Marlempang turut mengkhawatirkan dua titik tanggul lain yang mengalami keretakan. Jika kembali jebol, permukiman di seberang sungai berisiko terendam lebih luas. Sejumlah warga terdampak kini mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, seperti masjid, sekolah, dan rumah kerabat.