Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 10,76 persen atau turun 630,77 poin ke level 5.233 pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026). Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 5.393 dan sempat bergerak pada rentang 5.193 hingga 5.404.
Pelemahan terjadi pada mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia. Sebanyak 771 saham mengalami penurunan, sementara hanya 14 saham menguat dan tiga saham bergerak stagnan. Volume transaksi mencapai 38,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,3 triliun.
Pilarmas Investindo menilai tekanan terhadap IHSG berkaitan dengan langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi publik mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi. Jika perubahan klasifikasi diterapkan, Indonesia berpotensi dikeluarkan dari indeks utama MSCI sehingga dapat memengaruhi minat investor asing terhadap pasar saham domestik.
MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil evaluasi dan reklasifikasi tersebut paling lambat pada akhir Juni 2027. Perkembangan evaluasi ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar di tengah tekanan terhadap pergerakan saham Indonesia.














