Kabarsatunegeri

Satu Negeri, Satu Kabar untuk Semua

Rupiah Terdepresiasi, Pasar Cermati Konflik Global dan Potensi Kenaikan Suku Bunga BI

Rupiah Terdepresiasi, Pasar Cermati Konflik Global dan Potensi Kenaikan Suku Bunga BI

Nilai tukar rupiah melemah 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.977 per dolar AS pada perdagangan Senin (20/7), dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.921 per dolar AS. Pelemahan dipengaruhi meningkatnya eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan indeks dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS. Menurutnya, sentimen global masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan mata uang domestik.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Pasar memperkirakan BI berpotensi menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, serta meredam volatilitas pasar keuangan.

Di sisi global, ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan serangan drone ke sejumlah instalasi militer AS di Kuwait. Situasi tersebut turut meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan internasional.