Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga telur ayam ras mulai berangsur pulih setelah sempat mengalami penurunan akibat melemahnya permintaan dalam beberapa pekan terakhir. Pemulihan tersebut didorong oleh meningkatnya penyerapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), berakhirnya bulan Suro, serta dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan harga telur di tingkat peternak kini telah naik ke kisaran Rp22.000-Rp23.000 per kilogram, meski masih di bawah harga ideal yang diperkirakan berada pada level Rp24.000-Rp25.000 per kilogram.
Bapanas menilai kenaikan harga perlu dijaga agar tetap berada pada tingkat yang wajar sehingga peternak memperoleh keuntungan tanpa membebani masyarakat. Pemerintah juga akan terus melakukan intervensi apabila harga terlalu rendah maupun terlalu tinggi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata telur ayam ras di pasar tradisional tercatat meningkat menjadi Rp31.300 per kilogram pada 20 Juli 2026, menunjukkan tren pemulihan setelah sempat melemah pada awal bulan.













