Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena El Nino tidak akan mengganggu ketahanan pangan Indonesia. Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak El Nino sejak dini melalui penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Amran mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Berdasarkan data Bapanas per 20 Juli 2026, stok CPP dalam bentuk beras yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,24 juta ton. Selain itu, pemerintah juga memiliki cadangan jagung pakan sebanyak 176 ribu ton, minyak goreng 1 ribu kiloliter, gula konsumsi sekitar 2,79 ribu ton, serta daging ayam yang dikelola melalui Bulog dan ID Food.
Untuk komoditas yang mudah rusak seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, pemerintah meyakini kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri yang saat ini berada dalam kondisi surplus.
Amran juga mengungkapkan kondisi harga pangan masih relatif terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pekan ketiga Juli 2026 hanya empat provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sedangkan mayoritas provinsi dan kabupaten/kota mencatat penurunan.
Ia menambahkan, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras dan jagung lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memproyeksikan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton, menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi potensi El Nino.












