Liburan seharusnya menjadi momen bahagia, namun berbagai kebiasaan selama liburan justru dapat meningkatkan risiko serangan jantung saat liburan atau Holiday Heart Syndrome. Menurut Robert Ostfeld, MD dari Montefiore Einstein, konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu peradangan, meningkatkan tekanan darah, hingga memperparah penyakit arteri koroner. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah kecil sekalipun dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.
Selain alkohol, pola makan pada masa liburan yang dipenuhi daging olahan, makanan asin, dan tinggi lemak juga dapat memicu masalah jantung. Kondisi darurat kardiovaskular dapat terjadi hanya dalam satu jam setelah mengonsumsi makanan berat. Tak hanya itu, liburan sering meningkatkan stres, mengganggu waktu tidur, dan membuat seseorang lupa mengonsumsi obat harian.
Faktor cuaca dingin juga menjadi pemicu lain karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Gejala Holiday Heart Syndrome terkadang sulit dibedakan dari serangan jantung serius. Karena itu, jika muncul nyeri dada, palpitasi, atau sesak napas, sangat penting mencari pertolongan medis segera.
Dikutip dari antaranews.com














