Bank Mega Syariah mencatatkan kinerja positif pada triwulan I 2026 dengan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp79,97 miliar. Capaian ini meningkat lebih dari 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh penguatan bisnis dan efisiensi operasional.
Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar atau naik lebih dari 20 persen. Dari sisi intermediasi, total penyaluran pembiayaan tercatat lebih dari Rp9,26 triliun, tumbuh sekitar 7,2 persen dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan tren positif dengan nilai lebih dari Rp10 triliun. Pendapatan berbasis piutang meningkat signifikan menjadi lebih dari Rp118 miliar, sementara pendapatan bagi hasil turut tumbuh menjadi Rp114,73 miliar.
Kinerja efisiensi juga mengalami perbaikan, tercermin dari rasio BOPO yang menurun menjadi 76,90 persen. Selain itu, margin keuntungan yang diukur melalui Net Imbalan meningkat menjadi 5,85 persen, menunjukkan pengelolaan biaya dana yang semakin optimal.
Dengan permodalan yang tetap kuat dan rasio KPMM mencapai 27,63 persen, perseroan optimistis mampu menjaga kinerja positif hingga akhir tahun. Strategi ke depan difokuskan pada penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas aset, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan.
Dikutip dari liputan6.com














