Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menegaskan etnis Tionghoa memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog kebangsaan bertajuk Peran Tionghoa dalam Pusaran Kebangsaan di Jakarta, Minggu (19/7).
Menurut Neng Eem, etnis Tionghoa bukan sekadar bagian dari perjalanan bangsa, tetapi turut berkontribusi sebagai salah satu arsitek utama Indonesia melalui berbagai bidang, mulai dari perjuangan sejarah, budaya, hingga pembangunan nasional. Ia juga menyoroti pentingnya menghapus dikotomi antara pribumi dan nonpribumi yang dinilai merupakan warisan politik kolonial.
Neng Eem turut mengapresiasi langkah Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menghapus berbagai bentuk diskriminasi terhadap etnis Tionghoa melalui kebijakan yang memulihkan hak-hak sipil dan kebebasan beragama.
F-PKB MPR, lanjutnya, berkomitmen mendorong pengakuan yang lebih proporsional terhadap kontribusi etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas kelompok untuk menjaga persatuan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.












