Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya negara Palestina yang merdeka melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan institusi. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam The 5th Ministerial Meeting for the Conference on the Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD V) di Manila, Filipina.
Menurut Sugiono, dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional menjadi faktor penting dalam membangun Palestina. Indonesia pun melanjutkan berbagai program peningkatan kapasitas yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, penguatan kelembagaan, reformasi hukum dan keamanan, serta pertanian sesuai dengan CEAPAD IV Kuala Lumpur Action Plan 2025.
Di bidang pendidikan, Indonesia kembali menyediakan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran asal Palestina dan meluncurkan kerja sama trilateral dengan Australia untuk mendorong dialog di sektor pendidikan serta penegakan hukum. Sementara di sektor pertanian, Indonesia melanjutkan kolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam pengembangan kapasitas budidaya alpukat di Palestina.
Selain penguatan kapasitas, Indonesia juga menegaskan bahwa perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza tidak boleh berkurang. Sebagai bentuk komitmen tersebut, pemerintah akan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar AS melalui International Committee of the Red Cross (ICRC) bagi masyarakat Gaza, sekaligus mendorong sinergi yang lebih erat antara CEAPAD dan berbagai mitra internasional agar dukungan bagi Palestina semakin efektif dan berkelanjutan.













