Kabarsatunegeri

Satu Negeri, Satu Kabar untuk Semua

Harga Minyak Brent Tembus US$113 per Barel, Tertinggi Sejak Mei

Harga Minyak Brent Tembus US3 per Barel, Tertinggi Sejak Mei

Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Kamis (22/10/2026) di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran turut mendorong kenaikan harga minyak.

Mengutip CNBC, Jumat (23/10/2026), minyak mentah Brent naik 4% menjadi US$113,17 per barel, level tertinggi sejak 4 Mei 2026. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 2,4% menjadi US$99,47 per barel.

Kenaikan tersebut terjadi setelah muncul laporan bahwa militer AS dan Israel menyiapkan rencana serangan baru terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump juga mengisyaratkan kemungkinan langkah baru terkait Iran dalam waktu dekat, meski tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Ketegangan kawasan turut meningkat setelah pemerintah AS memerintahkan pegawai non-darurat beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi. Media pemerintah Saudi juga melaporkan serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, yang menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya.

Lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya energi dan menekan perekonomian global, terutama jika konflik mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah. Meski demikian, David Wagner dari Aptus Capital Advisors menilai konsumen saat ini relatif lebih mampu menghadapi kenaikan harga energi dibandingkan beberapa dekade lalu.

Pergerakan harga minyak selanjutnya akan bergantung pada perkembangan konflik AS-Iran dan dampaknya terhadap pasokan energi global.