PT Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Kebun Dhoho mempersiapkan 5.805,59 hektare lahan tebu di Jawa Timur untuk mendukung program swasembada gula nasional 2026. Lahan tersebut terbagi dalam dua rayon, yakni Rayon Dhoho I seluas 2.055 hektare di Plosoklaten, Kabupaten Kediri, dan Rayon Dhoho II seluas 1.295,5 hektare mencakup Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Blitar.
General Manager Juniyanto menyatakan pihaknya rutin meninjau lahan untuk memastikan program tanaman berjalan optimal. Tantangan utama musim tanam 2026 adalah anomali cuaca, namun perusahaan optimistis produksi tebu tetap bisa mendukung musim giling mendatang. Musim tanam 2024–2025 menghasilkan 311.151 ton tebu dan 26.591 ton gula, sementara data produksi 2026 masih dalam proses perhitungan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada 2026, naik dari 2,68 juta ton pada 2025. Strategi pemerintah termasuk perluasan lahan tebu hingga 100 ribu hektare, dengan 70 persen di Jawa Timur, untuk memperkuat swasembada gula, menekan impor, dan meningkatkan kemandirian pangan nasional. Juniyanto menambahkan dukungan penuh kepada petani lokal agar hasil panen maksimal dan dapat menyukseskan program pemerintah.
Dikutip dari antaranews.com














