Rote Ndao, NTT — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya penguatan sektor maritim nasional melalui pendirian sekolah pelayaran dan pusat riset lokal di wilayah Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diharapkan bisa mendidik generasi muda untuk mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Ketika perjalanan dari Kupang ke sini, banyak aspirasi yang kami terima. Mereka mengharapkan adanya sekolah pelayaran untuk mendidik anak-anak kita di sini,” ujar Hasto saat peletakan batu pertama kantor PDIP di Rote Ndao, wilayah terluar Indonesia bagian selatan, Kamis sore.
Hasto menekankan bahwa potensi kekayaan laut Indonesia mencapai 1,3 triliun dolar AS per tahun, yang seharusnya menjadi sumber kemakmuran bagi rakyat pesisir dan kepulauan. Kantor PDIP di Rote Ndao akan difungsikan sebagai pusat pendidikan politik sekaligus pusat visi kemaritiman.
“Anak-anak muda di wilayah selatan ini harus punya visi samudera, agar mereka mampu mengelola seluruh sumber daya maritim kita,” tambahnya.
Fokus pada Generasi Muda dan Budaya Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Hasto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyaksikan tradisi pacuan kuda Hus, pacuan kuda hias khas Rote. Ia menilai tradisi ini mencerminkan semangat muda dan energi pergerakan rakyat, yang sangat penting untuk penguatan partai dan pembangunan wilayah.
Selain sektor kemaritiman, Hasto menyoroti juga nasib pohon lontar atau tuak, yang dikenal sebagai “pohon kehidupan” masyarakat Rote namun kini sulit dibudidayakan. Ia menugaskan Anggota DPR RI Fraksi PDIP Steven Andranacus untuk bekerja sama dengan BRIN dan universitas lokal guna melakukan riset pengembangan tanaman ini.
“Kita punya BRIN. Bung Stevano segera kerja sama dengan universitas agar pohon kehidupan ini bisa dibudidayakan kembali untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Hasto.
Rote Ndao: Halaman Depan NKRI
Mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Hasto menegaskan bahwa Rote Ndao bukanlah halaman belakang, melainkan halaman depan NKRI. Ia menekankan pentingnya menjadikan wilayah perbatasan sebagai pusat kebijakan strategis, termasuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Australia.
Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menyambut baik kehadiran PDIP dan pembangunan kantor partai di wilayahnya. Ia menilai langkah ini membuka peluang sinergi strategis antara partai dan pemerintah daerah untuk memajukan Rote.
“Kehadiran partai politik seperti PDIP menjadi berkah bagi pemerintah daerah. Ini membuka peluang membangun konsolidasi strategis yang menjadi modal membangun Rote,” kata Paulus.Dikutip dari antaranews.com














