Pemerintah memulai pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini menjadi salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan pembangunan dilakukan di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal dan kepulauan. Setiap gedung dirancang menampung hingga seribu siswa, sementara tahap awal akan menerima sekitar 300 siswa per tahun. Dengan 104 titik aktif, pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu siswa pada 2026, dengan total siswa diperkirakan mencapai 45 ribu orang.
Pembangunan dilakukan bersamaan dengan proses seleksi peserta didik, yang dijadwalkan dibuka pada Februari 2026. Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan salah satu Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada pekan depan.
Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum khusus dan fasilitas modern, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh biaya pendidikan, asrama, makan, dan kebutuhan siswa ditanggung oleh negara, sebagai bagian dari strategi nasional untuk pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
Dikutip dari RRI.co.id














