Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, tetap terjalin baik dan tidak berada dalam posisi berseberangan sebagai musuh politik. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6).
Di hadapan kader dan simpatisan partai, Megawati menepis anggapan adanya konflik antara dirinya dan Prabowo. Menurutnya, persahabatan dan perbedaan pandangan politik merupakan dua hal yang berbeda dalam kehidupan demokrasi. Ia juga menilai ada pihak-pihak tertentu yang berupaya membangun narasi seolah dirinya sedang berhadapan dengan Presiden Prabowo.
Selain menyoroti dinamika politik, Megawati juga menyinggung pentingnya menjaga demokrasi dan menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat. Ia menegaskan bahwa kritik maupun aspirasi masyarakat harus ditempatkan dalam koridor hukum dan sistem ketatanegaraan yang berlaku.
Dalam pidatonya, Megawati turut mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kenaikan harga kebutuhan pokok seperti cabai yang di beberapa wilayah dilaporkan mencapai Rp180 ribu per kilogram. Ia mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan rumah guna menanam kebutuhan pangan secara mandiri sebagai salah satu langkah menghadapi lonjakan harga.
Sebagai partai yang berada di luar pemerintahan, Megawati menegaskan PDI Perjuangan tetap akan menyampaikan berbagai persoalan rakyat melalui jalur konstitusional, termasuk melalui fraksi partai di DPR. Ia juga kembali mengingatkan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional dan mendorong kader partai menjalankan program penanaman tanaman pangan pendamping beras yang telah diinstruksikan sejak 2021 sebagai upaya menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
Dikutip dari liputan6.com














