Ridho Rahmadi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat. Keputusan tersebut diterima Majelis Syura dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 yang digelar pada 26 Agustus 2026.
Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo mengatakan Ridho mundur karena kesulitan membagi waktu, tenaga, dan pikiran antara mengurus partai dengan tugasnya sebagai Direktur Politeknik AI di Yogyakarta. Kondisi tersebut juga disebut berdampak pada kesehatan Ridho yang semakin sering mengalami sakit.
Sebelum mengambil keputusan, Ridho disebut telah melakukan perenungan serta berkonsultasi dengan Amien Rais, keluarga, dan Sekretaris Majelis Syura. Meski tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, menantu Amien Rais itu tetap menjadi bagian dari Partai Ummat sebagai anggota Majelis Syura.
Pengunduran diri juga dilakukan Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat Taufik Hidayat. Taufik disebut mundur sebagai bentuk solidaritas sekaligus memberikan ruang untuk penyegaran kepemimpinan di tingkat DPP.
Majelis Syura kemudian menunjuk Ansufri Idrus Sambo sebagai Plt Ketua Umum dan Muhammad Sadiq sebagai Plt Sekretaris Jenderal. Kepemimpinan sementara tersebut mendapat tugas melakukan konsolidasi organisasi secara nasional serta mempersiapkan perubahan administratif kepengurusan kepada Kementerian Hukum.
Majelis Syura meminta seluruh pengurus daerah dan kader tetap menjalankan program kerja serta mendukung proses transisi kepemimpinan Partai Ummat.














